Muhadjir Effendy : Diutamakan Garda Terdepan, Guru dan Dosen Disebut Masuk Prioritas Utama Penerima Vaksin Covid-19

Pemerintah telah berencana untuk mendistribusikan vaksin Covid-19 yang dikabarkan akan dimulai dari Desember tahun ini hingga Januari tahun mendatang.

Muhadjir Effendy : Diutamakan Garda Terdepan, Guru dan Dosen Disebut Masuk Prioritas Utama Penerima Vaksin Covid-19

Seperti yang telah diketahui, pemerintah juga telah menetapkan lima kelompok prioritas yang akan mendapatkan vaksin Covid-19.

Baca Juga : PLN Umumkan Tarif Listrik Turun Mulai Hari ini, Berikut 7 Golongan yang Dapat

Di tahap pertama, terdapat garda terdepan, yang tentu menjadi prioritas, karena merekalah yang memiliki resiko tertinggi terkena Covid-19.

Alasan lainnya adalah karena mereka melakukan kontak langsung dengan pasien Covid-19 dan juga mereka yang bertanggung jawab menjaga kesehatan setiap pasien.

Baca Juga: Ingat! Token Listrik Gratis Oktober Sudah Bisa Diklaim, Begini Caranya

Namun Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy berpikiran lain.

Selain menyebut pemerintah bakal memberikan vaksin kepada 147 juta penduduk, menurutnya para guru serta dosen juga akan diprioritaskan pada tahap pertama.

Baca Juga : Cara Membuat Kartu Keluarga Sejahtera KKS untuk Dapat Bantuan BLT Non PKH Rp 500 Ribu per KK

Menurut Muhadjir Effendy, vaksin yang diimpor dari luar negeri bakal tiba di Indonesia pada akhir tahun. Dalam kesempatan itu pula lah, pemerintah bakal mencoba memberikan vaksin kepada penduduk.

“Sekitar 147 juta (orang) untuk tahap pertama itu nanti. Mereka yang akan divaksin, termasuk para dosen, guru merupakan prioritas untuk penerima vaksin pertama,” ucap Effendy di Jakarta, Senin, 28 September 2020.

Baca Juga : Kuota Gratis Bantuan Nadiem Makarim Sudah Cair, Ini Cara Cek Kuota AllOperator

Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah menargetkan pemberian vaksin tersebut di awal 2021. Pemerintah juga menargetkan 70 persen dari jumlah penduduk di Indonesia mendapatkan vaksin tersebut.

Dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari PMJ News, Selasa, 29 September 2020, vaksinasi ini, lanjut Effendy, bertujuan untuk membangun sebuah herd immunity atau kelompok yang kebal dengan penularan Covid-19.

Baca Juga : Syarat dan Cara Aktivasi  Promo Telkomsel 10 GB Rp 2.700, 20 GB Rp 11 Ribu, Buruan Tidak Perlu Dapodik

“Itu targetnya sekitar 70 persen penduduk Indonesia. Kalau mereka sudah diimunisasi termasuk mereka yang kena sudah terkena Covid-19 itu punya daya tahan imunitas yang sudah terbentuk,” ucapnya.

Untuk diketahui, ternyata pemberian vaksin memiliki berbagai efek samping. Pemberian vaksin pada anak-anak dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti timbulnya rasa nyeri atau ruam pada kulit di area suntikan.

Berikut Cara Aktivasinya  Promo Telkomsel 10 GB Rp 2.700, 20 GB Rp 11 Ribu dan Paket Internet Murah 30 GB Rp 5 Ribu,

Selain itu, ada pula reaksi setelah imunisasi berupa demam ringan sampai tinggi, bengkak, kemerahan, dan anak menjadi rewel. Umumnya, gejala tersebut akan hilang dalam 3–4 hari, walau terkadang ada yang berlangsung lebih lama.

Dalam hal ini, masyarakat bisa melakukan langkah-langkah sederhana seperti memberikan obat penurun panas tiap 4 jam, kompres air hangat, berikan pakaian yang tipis pada Si Kecil dan hindari penggunaan selimut, serta berikan ASI lebih sering.

Baca Juga :  Asyik Bantuan Pemerintah Rp 3,55 Juta Langsung Ditransfer Cukup dari HP Isi Nomor KTP KK ke 5,6 Juta Orang Masih Kebagian

Bila tidak membaik atau bertambah parah, segera hubungi dokter untuk penanganan selanjutnya.

Hal yang perlu ditekankan adalah manfaat vaksin jauh lebih besar daripada efek samping yang mungkin terjadi.

Meski demikian, vaksinasi tidak selalu dapat mencegah penyakit, namun dapat meringankan tingkat keparahan suatu penyakit.*** Sumber : bekasi.pikiran-rakyat.com

Baca Juga : NAIK PANGKAT PNS Semakin Mudah, BKN Tentukan Syarat Kenaikan Pangkat PNS Untuk Periode 1 Oktober 2020, Catat !

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel