Waduh! BPJS Ketenagakerjaan & Kemnaker Hapus 152 Ribu Penerima BLT Subsidi Gaji Gelombang 2, Kenapa?

Waduh! BPJS Ketenagakerjaan & Kemnaker Hapus 152 Ribu Penerima BLT Subsidi Gaji Gelombang 2, Kenapa?

Waduh! BPJS Ketenagakerjaan & Kemnaker Hapus 152 Ribu Penerima BLT Subsidi Gaji Gelombang 2, Kenapa?

Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Subsidi Gaji pada gelombang 2 telah mencoret total sebanyak 152 ribu penerima.

Baca Juga : Al Hamdulllah Akhirnya Hasil CPNS 2019 Diumumkan 30 Oktober 2020, Ini Jadwal Lengkapnya

Pencoretan tersebut dikarenakan rekening yang tidak valid.

Perlu diketahui, sebanyak 152 ribu pekerja yang dicoret tersebut telah terdaftar sebagai penerima BLT Subsidi Gaji gelombang 2, dan akan mendapat bantuan sebesar Rp2,4 juta.

Sebelumnya Kemnaker mencatat ada 12,4 juta pekerja akan menerima BLT Subsidi Gaji.

Baca Juga : Sudah Diumumkan! Cek Pengumuman CPNS 2019 Disini. Berikut 65 Linknya

Direktur Jenderal Kelembagaan dan Hubungan Industrial Kemnaker, Aswansyah, menjelaskan terkait gagalnya penyaluran BLT Subsidi Gaji ke 152 ribu pekerja ini dikarenakan rekening tidak valid.

"Rekening yang tidak dapat disalurkan sebanyak 152.220 rekening," katanya dalam Webinar Forum Merdeka Barat.

Baca Juga: Jangan Ketinggalan! Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 11 Akan Segera Diumumkan, Simak Infonya

Baca Juga : Lihat Rincian Daftar PNS Penerima Gaji Ke-13 dan Besarannya

Sebagaimana yang diberitakan Berita DIY dalam artikel berjudul “Waduh! BPJS Ketenagakerjaan & Kemnaker Hapus 152 Ribu Penerima BLT Subsidi Gaji Gelombang 2, Kenapa?”, terhitung sampai tanggal 19 Oktober 2020, Kemnaker menyampaikan baru ada 12,16 juta penerima BLT Subsidi Gaji gelombang pertama yang sudah ditransfer bantuan sebesar Rp1,2 juta.

Telah dijadwalkan untuk transfer BLT Subsidi Gaji termin pertama akan diselesai hingga akhir bulan Oktober 2020 ini. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah.

Baca Juga : Gaji Perdana CPNS 2019 Cair Desember, Alhamdulillah Semoga Lulus ?

"Sampai saat ini yang belum mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sekitar 150 ribuan karena ada kekurangan atau ketidaksesuaian data.

Misalnya rekeningnya tidak valid, kemudian NIK-nya kurang nomornya, kemudian nomor rekeningnya dia tidak sesuai dengan nama yang diserahkan," ungkap Ida melalui keterangan tertulisnya.

Apabila maish terjadi kekurangan data seperti itu, Menaker Ida menjelaskan, maka Kementerian Ketenagakerjaan akan mengembalikan data tersebut kepada BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) yang akan menginformasikan kepada pemberi kerja untuk memperbaikinya.

Baca Juga : Baca Juga :  Syarat dan Cara Aktivasi  Promo Telkomsel 10 GB Rp 2.700, 20 GB Rp 11 Ribu, Buruan Tidak Perlu Dapodik

Total ada 12.166.471 orang penerima BSU, dengan rincian sebagai berikut:

Tahap I tersalurkan kepada 2.485.687 penerima (99,43%);

Tahap II sebanyak 2.981.531 penerima (99,38%);

Tahap III sebanyak 3.476.120 penerima (99,32%);

Tahap IV sebanyak 2.620.665 penerima (94,09%);

Tahap V sebanyak 602.468 penerima (97,39%).

Baca Juga : Cara Membuat Kartu Keluarga Sejahtera KKS untuk Dapat Bantuan BLT Non PKH Rp 500 Ribu per KK

Subsidi gaji atau upah disalurkan melalui dua termin pembayaran. Setelah pembayaran termin pertama selesai disalurkan, Kemnaker akan kembali memproses pembayaran untuk termin kedua.

"Kami targetkan pembayaran termin II dapat disalurkan pada awal bulan November setelah proses evaluasi penyaluran subsidi gaji/upah termin I ini selesai," kata Ida.

Baca Juga : Buat e-KTP, KK Hingga Akta Kelahiran, Gak Usah Ngantri, Cukup Daftar di Aplikasi Ini, Begini Caranya

Perlu diketahui, Bantuan Subsisi Gaji dianggarkan dengan dana sebesar Rp37,7 triliun, yang menargetkan 15,7 juta pekerja bergaji di bawah Rp5 juta dan terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan Juni 2020.

Namun, hingga batas akhir penyerahan data yang dikumpulkan dan diserahkan BPJS Ketenagakerjaan hanya mencapai 12,4 juta pekerja.

Baca Juga : Link dan Cara Daftar BLT UMKM Program BPUM, Sambil Online Dapat Modal Hibah Rp 2,4 Juta, Buruan!

Diberitakan sebelumnya oleh Berita DIY dalam "Waduh! BPJS Ketenagakerjaan & Kemnaker Hapus 152 Ribu Penerima BLT Subsidi Gaji Gelombang 2, Kenapa?", hal diatas berarti masih ada sekitar 3 juta kuota penerima BLT Subsidi Gaji yang tidak tersalurkan.

Ida juga menambahkan, untuk sisa dari anggaran itu akan diserahkan kembali ke Bendahara Negara dan rencananya akan disalurkan untuk subsidi gaji bagi guru honorer.*** (Resti Fitriyani/Berita DIY) Sumber : lingkarkediri.pikiran-rakyat.com

Baca Juga : Asyik Bantuan Pemerintah Rp 3,55 Juta Langsung Ditransfer Cukup dari HP Isi Nomor KTP KK ke 5,6 Juta Orang Masih Kebagian

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel