Panduan Mengisi Daftar Riwayat Hidup di SSCN CPNS 2019

 Hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 diumumkan serentak pada Jumat (30/10/2020).

Panduan Mengisi Daftar Riwayat Hidup di SSCN CPNS 2019

Hasil seleksi CPNS 2019 bisa dilihat peserta di laman instansi masing-masing. Peserta yang dinyatakan lulus diarahkan melakukan pemberkasan secara digital melalui akun masing-masing di https://sscn.bkn.go.id.

Baca Juga : BLT BPJS Ketenagakerjaan Gelombang 2 Hanya untuk 6 Kriteria, Subsidi Gaji Akan Cair Minggu Ini

Peserta mengisi Daftar Riwayat Hidup (DRH) dan mengunggahnya bersama dokumen lain yang diminta dalam proses pemberkasan. Pengisian DRH akan dibuka mulai 6 November 2020, setelah masa sanggah berakhir.

Peserta melakukan login ke laman sscndaftar.bkn.go.id. Jika peserta dinyatakan lulus, pilih 'Ya' dan klik 'Mengisi DRH'. Dikutip dari Buku Petunjuk Pengisian DHR dan Sanggah Hasil SKB SSCN 2019, berikut panduan pengisian DRH :

Baca Juga : SEGERA Cek Saldo ATM Anda ! BLT Subsidi Gaji BPJS Tahap 2 Cair Hari Ini Via Bank Berikut, Buruan Cek DISINI 

1. Data Perorangan

Kolom yang ditandai bintang merah wajib diisi. Kolom hobi dapat diisi lebih dari satu jenis.

2. Pendidikan

Pendidikan yang digunakan saat melamar formasi jabatan telah otomatis muncul tetapi dapat diubah untuk dilengkapi kolom-kolom yang masih kosong. Perlu diketahui bahwa Peserta tidak dapat menambahkan Pendidikan yang setingkat dengan Pendidikan yang digunakan untuk melamar, atau Pendidikan yang setingkat lebih tinggi.

Baca Juga :  Mau Tahu Kapan Bantuan BLT BSU BPJS Gelombang 2 Cair? Ini Hari Pencairan dari Tahap 1 Sampai 5

Misal Pendidikan yang digunakan untuk melamar adalah S-1 Sistem Informasi. Lalu Peserta ingin menambahkan Pendidikan S-2 nya. Penambahan akan gagal, karena S-2 adalah setingkat lebih tinggi dari S-1. Atau jika Peserta memiliki dua degree S-1 lalu ingin menambahkan Pendidikannya misal S-1 Manajemen.

Akan gagal juga diinput karena tingkat pendidikannya setingkat dengan S-1 Sistem Informasi yang digunakan untuk melamar. Tambahkan pula Riwayat Pendidikan Peserta sejak sekolah dasar, menengah dan atas dengan mengklik tombol "Tambah Pendidikan".

Baca Juga : Kabar Gembira ! BLT Gaji Guru Honorer Segera Cair Untuk 864.840 Orang PTK

Selanjutnya adalah pengisian Riwayat Kursus. Jika Peserta pernah mengikuti Kursus silahkan klik tombol Tambah Kursus.  Isikan data-data yang wajib yaitu yang dibintangi merah.

3. Pekerjaan

Di halaman ini Peserta diwajibkan mengisi Riwayat Pekerjaan (jika ada), Penghargaan (jika ada) dan Prestasi (jika ada). Klik tombol "Tambah Riwayat Pekerjaan" untuk menambahkan seluruh Riwayat Pekerjaan yang dimiliki oleh Peserta (jika ada) sebelum lulus menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil.

Baca Juga : Resmi  Mulai Januari 2021 Presiden Jokowi Setuju , Potong Gaji PNS TNI & Polri, Gaji Karyawan Swasta Juga Ikut Dipotong 2,5 Persen

Klik tombol "Tambah Riwayat Penghargaan" untuk menambahkan Riwayat Penghargaan yang dimiliki oleh Peserta (jika ada) sebelum lulus menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil. Jenis Penghargaan sudah disediakan, Peserta tinggal memilih jenis penghargaan yang telah ada.

Klik tombol "Tambahkan Riwayat Prestasi" untuk menambahkan Riwayat Prestasi yang dimiliki oleh Peserta (jika ada) sebelum lulus menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil. Tingkat Prestasi dibagi menjadi: Kabupaten, Provinsi, Nasional, Internasional. Silakan dipilih salah satu, prestasi apa yang pernah diperoleh oleh Peserta.

Baca Juga : Siap-Siap ! 3 Juta Guru Honorer Dapat BLT Rp 2,4 Juta Dari Kemdikbud dan Kemenag, Simak Persyaratan Yang Harus Disiapkan

4. Keluarga

Di halaman ini Peserta diwajibkan mengisi seluruh anggota keluarga diantaranya: Pasangan (Istri/Suami), Anak, Orangtua Kandung, Saudara Kandung dan Mertua (Bapak dan Ibu). Klik tombol "Tambah Riwayat Suami/Istri" untuk menambahkan data Pasangan. Jika Suami/Istri Peserta adalah seorang PNS, maka silahkan ketik NIP Pasangan dan Nama nya lalu klik tombol Cari PNS.

Maka sistem akan otomatis mengeluarkan datanya. Jika Pasangan bukan PNS, maka silahkan isikan kolom-kolom yang diwajibkan (dibintangi merah) secara lengkap. Klik tombol "Tambah Riwayat Anak" untuk menambahkan data Anak.

Baca Juga : SEGERA Ajukan ! Ambil HP dan Siapkan KTP & KK Untuk Dapat BLT Rp 3,5 Juta, Buruan Daftar Karena Pendaftaran Sampai 4 November 2020

Jika Anak Peserta adalah seorang PNS, maka silahkan ketik NIP Anak dan Nama nya lalu klik tombol Cari PNS. Maka sistem akan otomatis mengeluarkan datanya. Jika Anak bukan PNS, maka silahkan isikan kolom-kolom yang diwajibkan  (dibintangi merah) secara lengkap.  Form isian berlaku sama untuk inputan data Orangtua Kandung, Saudara Kandung dan Mertua (Bapak dan Ibu).

5. Organisasi

Di halaman ini Peserta diwajibkan mengisi Riwayat Organisasi (jika ada) dan mengisikan data lain-lain yang dibutuhkan dalam proses pemberkasan Calon Pegawai Negeri Sipil.

Klik tombol "Tambah Riwayat Organisasi" untauk menambahkan Riwayat Organisasi yang pernah diikuti oleh Peserta (jika ada) sebelum lulus menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil.

Baca Juga : Nama-nama yang Lulus CPNS 2019 Cek Sscn.bkn.go.id, 65 Link Kementerian/Lembaga

6. Unggah Dokumen

Di halaman ini Peserta diwajibkan melakukan dua kali klik cetak DRH yang telah diisi dengan klik tombol "CETAK DRH Perorangan" dan "CETAK DRH Riwayat"

Selanjutnya menulis data-data yang diharuskan untuk ditulis tangan di DRH yang telah dicetak tersebut dan menandatangani DRH. Terakhir DRH yang telah ditandatangani wajib diunggah kembali ke SSCN di halaman ini.

Baca Juga : Gaji Perdana CPNS 2019 Cair Desember, PPPK Bagaimana ?

DRH yang telah ditandatangani wajib diunggah dengan multipage atau hasil cetakan DRH Perorangan dan DRH Riwayat discan menjadi satu halaman lalu diunggah dikolom yang sama.

Peserta masih dapat melakukan perubahan pengisian data sebelum klik tombol “Akhiri Proses Pengisian DRH”.

Tombol “Akhiri Proses Pengisian DRH” baru dapat di klik jika seluruh unggahan dokumen persyaratan telah lengkap diunggah. Sumber : tribunnews.com

Baca Juga :  Syarat dan Cara Aktivasi  Promo Telkomsel 10 GB Rp 2.700, 20 GB Rp 11 Ribu, Buruan Tidak Perlu Dapodik

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel